PADANG (SumbarFokus)
Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy meresmikan 100 unit hunian sementara (huntara) mandiri di Kepalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Kamis (5/2/2026). Usai peresmian, huntara tersebut langsung diserahkan kepada Pemerintah Kota Padang untuk ditempati warga terdampak bencana hidrometeorologi.
Sebanyak 100 unit huntara disiapkan untuk menampung sekitar 400 jiwa dari 100 kepala keluarga yang sebelumnya tinggal di rumah ibadah, sekolah, atau menumpang di rumah kerabat.
Dia mengatakan, pembangunan huntara merupakan bentuk kehadiran pemerintah bersama para pemangku kepentingan dalam memberikan solusi cepat bagi warga.
“Tujuan pendirian Huntara ini, agar warga terdampak bisa tinggal lebih layak, aman, dan bermartabat, sembari menunggu proses pemulihan dan pembangunan hunian tetap. Ini adalah wujud kolaborasi dan kepedulian bersama banyak pihak terhadap warga terdampak bencana,” ujar Vasko.
Huntara tersebut dibangun atas inisiatif Vasko bersama Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman, dengan dukungan berbagai pihak, termasuk elemen masyarakat dan dunia usaha.
Evi Yandri yang juga bertindak sebagai Ketua Pelaksana Pembangunan Huntara mengatakan, proses pembangunan berlangsung sekitar 45 hari, sejak 15 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026.
“Alhamdulillah, pembangunan Huntara ini dapat diselesaikan tepat waktu. Saat ini seluruh unit sudah mulai ditempati warga dan dilengkapi dengan peralatan rumah tangga, listrik, serta akses internet gratis,” jelas dia.
Dia menambahkan, pembangunan juga mendapat dukungan warga setempat, termasuk Choa dari Suku Jambak yang mengizinkan lahannya digunakan sebagai lokasi huntara.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





