50 Mahasiswa Turun ke Lokasi Longsor, Bantu Pemulihan Nagari Gantung Ciri

Sebanyak 50 mahasiswa STKIP Ahlussunnah Bukittinggi turun langsung ke Nagari Gantung Ciri, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, untuk membantu pemulihan pascabencana longsor. (Foto: Ist./SumbarFokus.com)

SOLOK (SumbarFokus)

Sebanyak 50 mahasiswa STKIP Ahlussunnah Bukittinggi turun langsung ke Nagari Gantung Ciri, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, untuk membantu pemulihan pascabencana longsor.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak 2026 yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, dengan fokus pada pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.

Program dilaksanakan sejak 28 Januari hingga 26 Februari 2026 di tiga wilayah terdampak, yakni Jorong Kampung Baru, Jorong Kapalo Koto, dan Jorong Pinang Sinawa.

Bacaan Lainnya
ADVERTISEMENT Iklan Bank Indonesia SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua tim pelaksana Hasmi Novianti mengatakan, program tersebutl menjadi bentuk tanggung jawab perguruan tinggi dalam berkontribusi langsung kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, kami dari STKIP Ahlussunnah dipercaya menjalankan program ini. Tentu ini sebuah kepercayaan yang sangat berharga dan menjadi kewajiban bagi kami untuk menjalankan amanah ini,” kata Hasmi.

Dia menyebut, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa di luar ruang kelas.

“Melalui program ini, mahasiswa memperoleh pelajaran dan pengalaman yang berharga. Bahwa belajar tidak hanya di dalam ruangan, tetapi melalui kegiatan sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan berbagai kegiatan, mulai dari pembagian pupuk untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya sektor pertanian, hingga penyusunan buku literasi kebencanaan.

Selain itu, mahasiswa juga membuat jalur evakuasi dan peta risiko bencana guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait