ACEH TAMIANG (SumbarFokus)
Dua akademisi asal Aceh memberikan apresiasi terhadap pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) bagi penyintas bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Hunian tersebut dinilai sebagai langkah nyata pemerintah dan pemangku kepentingan dalam memastikan pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana.
Akademisi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul Dr. Iswadi M.Pd. menilai, pembangunan hunian sementara itu mencerminkan kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan yang konkret. Menurut dia, huntara tidak sekadar menjadi tempat berlindung, tetapi juga ruang awal pemulihan fisik, sosial, dan psikologis bagi para penyintas.
“Saya berharap pembangunan ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan, berorientasi pada kebutuhan masyarakat, serta diiringi dengan perencanaan yang matang menuju hunian tetap. Semoga ikhtiar ini menjadi amal kebaikan dan memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Aceh yang tangguh,” ungkap Iswadi.
Dia juga menyarankan agar pembangunan hunian sementara mengacu pada standar huntara pascabencana tsunami Aceh. Standar tersebut dinilai telah teruji karena memperhatikan aspek keamanan, kelayakan huni, kesehatan lingkungan, serta kebutuhan sosial masyarakat terdampak.
“Dengan menerapkan standar yang telah teruji, diharapkan hunian sementara tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal darurat, tetapi juga mampu mendukung proses pemulihan yang lebih baik dan bermartabat,” pungkasnya.
Apresiasi serupa disampaikan Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur Umaimah Wahid yang juga Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda. Dia menilai, keberadaan hunian sangat krusial bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





