Pemerintah menargetkan penyelesaian penanganan permanen Lembah Anai pada Juli 2026. Selain itu, pembangunan jalan tol dari Sicincin menuju Bukittinggi dengan terowongan sepanjang 3,5 kilometer juga dipersiapkan sebagai solusi jangka panjang terhadap risiko longsor.
“Penanganan Lembah Anai dan pembangunan tol akan disinkronkan agar saling mendukung dan tidak saling mengganggu,” jelas Dody.
Dia menegaskan seluruh titik rawan longsor, termasuk di kawasan Malalak, akan ditangani permanen paling lambat Desember 2026.
“Pak Presiden memerintahkan tambahan ruas jalan agar masyarakat tetap punya akses jika jalur utama terganggu. Ini bukan pilihan, tapi keharusan,” pungkasnya. (000/003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






