PADANG (SumbarFokus)
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mematangkan persiapan pengembangan jalur commuter line di Kota Padang, Rabu (18/2/2026). Program tersebut diarahkan untuk menghadirkan sistem transportasi massal modern sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Sumatera Barat.
Pembahasan dilakukan bersama Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PT Kereta Api Indonesia Rafli Yandra, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, jajaran Divre PT KAI, serta kepala dinas terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Andre Rosiade menyebut jalur commuter line direncanakan terhubung langsung dari Bandara Internasional Minangkabau hingga kawasan Indarung. Dari titik tersebut, sejumlah lokasi pemberhentian strategis tengah dikaji agar transportasi massal mudah diakses masyarakat.
Dia menjelaskan titik pemberhentian direncanakan berada di kawasan Lubuk Begalung, Tanah Sirah, hingga Pegambiran. Di Pegambiran, pembangunan stasiun kecil dengan konsep halte dinilai memungkinkan agar masyarakat lebih mudah naik dan turun kereta.
Selanjutnya, jalur commuter line juga dirancang berlanjut menuju Taluk Bayur dan kawasan Matuaya. Andre Rosiade menegaskan jumlah titik pemberhentian tidak akan terlalu banyak, namun tetap ditempatkan dekat permukiman warga untuk menjaga aksesibilitas.
Dia menilai jarak antar pemberhentian idealnya sekitar satu kilometer dengan menyesuaikan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat.
Rencana lintasan juga mencakup kawasan Air Tawar, belakang Transmart, hingga Lubuk Buaya. Pada beberapa titik, pembangunan cukup menggunakan shelter sederhana guna menjaga efisiensi tanpa mengurangi kualitas pelayanan.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





