Banjir Bandang Padang Berdampak ke 67 Ribu Warga, Kerugian Capai Rp2,97 Triliun

Wali Kota Padang Fadly Amran saat mengikuti Rapat Koordinasi percepatan validasi pendataan kerusakan pascabencana hidrometeorologi yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Selasa (6/1/2026). (Foto: Pemko Padang/SumbarFokus.com)

“Kami berkomitmen mempercepat validasi data kerusakan di seluruh wilayah terdampak agar proses pemulihan berjalan tepat sasaran,” ujarnya.

Dalam arahannya pada rakor tersebut, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan pentingnya sinkronisasi data antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya di wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Bacaan Lainnya

“Percepatan dan akurasi pendataan kerusakan menjadi dasar utama penyaluran bantuan, rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana,” kata Tito Karnavian.

Dia juga meminta pemerintah daerah aktif berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana serta kementerian teknis agar data yang disampaikan benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Menanggapi hal tersebut, Fadly Amran menyatakan Pemko Padang siap mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat, sekaligus memperkuat langkah mitigasi bencana untuk menekan risiko kejadian serupa di masa mendatang.

“Pemulihan pascabencana harus dibarengi dengan upaya mitigasi agar dampak bencana ke depan dapat diminimalkan,” tukasnya. (000/003)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait