PADANG PARIAMAN (SumbarFokus)
Pasca banjir dan longsor yang melanda Sumatera Barat, setidaknya 40 jenazah telah ditemukan di sepanjang aliran Sungai Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Hal ini diasampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Pariaman Emri Nurman, Sabtu (20/12/2025).
Jenazah-jenazah tersebut merupakan korban hanyut asal Kota Padang Panjang, yang ditemukan di sepanjang aliran Sungai Batang Anai.
Emri mengatakan, proses pencarian terhadap korban hanyut melibatkan berbagai unsur, mulai dari tim SAR, TNI, Polri, relawan, hingga masyarakat setempat. Jenazah korban ditemukan secara bertahap di sejumlah lokasi sepanjang aliran sungai setelah terbawa arus banjir bandang.
Sementara, korban jiwa yang berasal dari Kabupaten Padang Pariaman sendiri tercatat sebanyak sembilan orang, di mana 3 diantaranya meninggal dunia akibat hanyut terbawa arus, sementara enam lainnya meninggal akibat tertimbun longsor di beberapa lokasi berbeda.
Emri memastikan seluruh warga Padang Pariaman yang sebelumnya dilaporkan hilang telah berhasil ditemukan. Dengan demikian, tidak ada lagi laporan orang hilang dari wilayah Padang Pariaman pasca bencana hidrometeorologi tersebut.
Selain menimbulkan korban jiwa, bencana banjir dan longsor juga menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah. Puluhan rumah warga, fasilitas umum, serta akses jalan dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan banjir dan material longsor yang menutup badan jalan.
Terkait penanganan bencana, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menyatakan bahwa masa tanggap darurat, yang sebelumnya telah diperpanjang sebanyak dua kali, resmi berakhir pada hari Sabtu (20/12/2025), sesuai dengan keputusan Bupati Padang Pariaman. Selanjutnya, pemerintah daerah memasuki masa transisi darurat menuju pemulihan.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





