PARIAMAN (SumbarFokus)
Hujan yang mengguyur Kota Pariaman sejak Jumat (21/11/2025) mengakibatkan banjir di beberapa titik, dan merendam ribuan hektare sawah di Kota Pariaman. Tak hanya sawah, sejumlah infrastruktur seperti jalan penyangga dan irigasi juga mengalami kerusakan parah.
Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal Azhar mengungkapkan, data awal menunjukkan sekitar 1200 hektar sawah milik masyarakat terdampak banjir. Sawah yang rusak terpantau di beberapa desa, seperti Durian Gadang, Tungka Selatan, Pakotan, Sikapak Barat, dan Sawah Ulu. Angka kerusakan ini diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan berlanjutnya proses pendataan.
“Setelah kami turun langsung ke lapangan, sekitar 1200 hektar sawah masyarakat yang terdampak. Ini data awal, dan kami yakin jumlahnya bisa lebih banyak lagi. Pendataan masih terus dilakukan,” ujar Mulyadi saat meninjau kondisi lahan persawahan pasca-banjir, Jumat (28/11/2025).
Selain dampak pada sektor pertanian, banjir juga mengakibatkan terputusnya beberapa jalan yang menghubungkan kawasan-kawasan penting di Kota Pariaman. Di antaranya jalan di daerah Padusunan, Cubadak Aia, Nareh Hilia, dan beberapa titik lainnya.
Lebih lanjut, Mulyadi juga menyebutkan bahwa warga yang terdampak banjir jauh lebih banyak daripada perkiraan awal. Sebelumnya, tercatat sekitar 1200 warga yang terdampak, namun setelah dilakukan cek langsung ke lapangan, jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat. (028)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






