“Dengan penyesuaian itu, program bisa berkembang dan manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Yassierli menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan pemulihan pascabencana tidak hanya cepat, tetapi juga berkelanjutan dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dia berharap bencana tidak mematahkan semangat masyarakat, melainkan menjadi momentum untuk bangkit lebih kuat dan lebih siap menghadapi masa depan.
“Pemulihan pascabencana adalah kerja bersama. Keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif masyarakat,” kata Yassierli.
Dia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, hingga masyarakat, untuk terus bersinergi mempercepat pemulihan dan pembangunan sumber daya manusia di Sumatera Barat.
Menurutnya, penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari kebijakan nasional Kementerian Ketenagakerjaan dalam menangani dampak bencana, khususnya untuk menjaga keberlangsungan kerja, penghidupan, dan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Bantuan ini dirancang tidak hanya menjawab kebutuhan darurat, tetapi juga menjadi fondasi pemulihan ekonomi melalui penciptaan kerja, peningkatan keterampilan, dan pemberdayaan ekonomi lokal,” ujarnya.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengatakan, bencana yang terjadi pada November 2025 memberikan dampak luas, tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada sektor ketenagakerjaan.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





