Kepala Urusan Pengajaran SD Bustanul Ulum Semen Padang Rici Noviasari mengatakan, dari total 116 siswa, sebanyak 109 orang kini belajar di Diklat PT Semen Padang. Tujuh siswa lainnya sementara belajar di SDN 02 Lubuk Buaya karena mengikuti relokasi keluarga.
“Pindah ke diklat ini sejak Senin kemarin. Alhamdulillah, anak-anak sangat nyaman belajar,” ujar Rici.
Rici menjelaskan, sejak hari pertama bencana, para guru aktif mendatangi lokasi pengungsian untuk mendata siswa sekaligus melakukan trauma healing. Setelah kondisi dinilai tidak memungkinkan untuk kembali ke sekolah, diputuskan pemindahan sementara ke Diklat PT Semen Padang, lengkap dengan fasilitas bus antar-jemput.
“Setiap hari anak-anak diantar-jemput gratis menggunakan bus PT Semen Padang. Ini sangat membantu,” katanya.
Salah seorang wali murid, Miftahul Jannah, menyampaikan apresiasi atas perhatian perusahaan.
“PT Semen Padang tidak hanya menyediakan tempat belajar, tetapi juga bus operasional. Ini perhatian yang sangat luar biasa bagi kami,” ujarnya.
Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang Idris mengatakan, dukungan terhadap SD Bustanul Ulum merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan keberlangsungan pendidikan anak-anak penyintas bencana.
“Kami berharap apa yang kami lakukan ini setidaknya dapat membantu menyembuhkan luka anak-anak yang terdampak banjir bandang,” kata Idris.
SD Bustanul Ulum merupakan sekolah gratis binaan PT Semen Padang di bawah naungan Yayasan Igasar Semen Padang. Setiap tahun, perusahaan mengalokasikan sedikitnya Rp500 juta untuk mendukung operasional sekolah tersebut.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





