Wakil Bupati Agam, Sumatera Barat, Trinda Farhan Satria. (Foto: Ist.)


Lain-lain

Agam Siapkan Lahan untuk Bangun Kantor BNN Kabupaten

Agam Siapkan Lahan untuk Bangun Kantor BNN Kabupaten

 

LUBUK BASUNG (SumbarFokus)

 

Iklan Dalam Berita

Lahan sekitar 1.000 meter persegi di samping Kantor Satpol PP Damkar di Gor Bukik Bunian Kecamatan Lubuk Basung disiapkan Pemerintah Kabupaten Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) untuk membangun kantor Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK).
Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satria menyatakan bahwa lahan ini sudah memiliki sertifikat dan sudah siap dibangun.

“Pemkab Agam juga menyediakan mobiler, kendaraan operasional dan lainnya,” tambah Trinda.
Pembangunan Kantor BNNK itu telah diusulkan beserya syarat yang dibutuhkan ke BNN RI pada 2017.

"Kita telah melengkapi seluruh persyaratan untuk membangun kantor BNNK tersebut dan tinggal dari BNNK RI. Keberadaan kantor BNNK sendiri sangat dibutuhkan dalam mengantisipasi warga dari penyalahgunaan narkotika,” jelas Trinda.

‌BNNK merupakan instansi vertikal dari Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagaimana yang diatur dalam Pasal 5 Junto Pasal 31 Peraturan Presiden RI No. 23 Tahun 2010 Tentang Badan Narkotika Nasional. Dalam Pasal 31 ayat (1) Perpres tersebut telah mengatur bahwa instansi vertikal BNN adalah Pelaksana Tugas, Fungsi dan Wewenang BNN di Daerah.

‌Artinya jika BNNK belum terbentuk, maka tugas, fungsi dan wewenang BNN belum bisa terlaksana di daerah itu secara optimal.

Wabup menyebutkan, Pemkab telah melakukan berbagai upaya dalam mengantisipasi penyalahgunaan narkotika di daerah itu seperti, menyososialisasi bahaya narkotika, tes urine bagi aparatur sipil negara.

‌"Kegiatan itu rutin kita gelar setiap tahun dengan bekerjasama dengan Polres dan BNNP Sumbar," ujarnya.

‌Selain sosialisasi dan tes urine, antisipasi narkotika juga dikaitkan dengan gerakan nagari atau desa adat madani dalam mendorong dari bawah dalam mengantisipasi peredaran narkotika itu dan menyediakan sumber daya manusia.

‌"Dalam menyukseskan gerakan nagari madani, setiap nagari mengalokasikan dana desa setiap tahun," tambahnya.

Sementara, ‌Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Agam Yunelson menambahkan kasus penyalahgunaan narkotika di daerah itu meningkat setiap tahun.

‌Pada 2016 sebanyak 28 kasus dengan tersangka 32 orang, pada 2017 sebanyak 28 kasus dengan tersangka 30 orang, 2018 sebanyak 29 kasus dengan tersangka 37 orang. (002)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




      agam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *