Para pemenang Hackathon Cybertech 2019. (Foto: Raihan)


Tekno-Oto

Aplikasi Smart Edu Rajai Menangkan Hackathon Cybertech

PADANG (SumbarFokus)

Aplikasi Smart Edu jadi juara Hackathon Cybertech yang berlangsung baru-baru ini di Padang. Hackathon Cybertech kedua kali digelar mulai Sabtu (15/6/2019) hingga Minggu (16/6/2019) di kampus Politeknik Negeri Padang, diikuti enam tim dan telah mengadu kemampuan selama 21 jam dalam membuat program aplikasi.

Smart Edu sendiri adalah sebuah aplikasi E-Learning yang dapat memberikan solusi untuk memberikan pendidikan Indonesia yang lebih. Aplikasi ini keluar sebagai Juara I dalam ajang bertema Creative Learning tersebut.

"Aplikasi Smart Edu akan lebih mempermudah pembelajar seperti distribusi modul, soal dan pengumpulan tugas akan lebih menjadi efektif dan efisien yang dapat dilakukan dimana pun dan kapan pun," sebut Ketua Tim AMCC Yogi Yulianto, tim yang berhasil membuat aplikasi Smart Edu, Senin (17/6/2019).


Tim yang menjuarai perlombaan berdasarkan hasil keputusan dewan juri telah dipilih dan diberikan hadiah berupa trophy, sertifikat dan uang tunai.

Ketua Pelaksana Hackathon Cybertech, Lakdar Arfento mengatakan, ada beberapa kriteria penilaian yang dinilai oleh dewan juri. Di antaranya, teknik pemrograman, user interface (tampilan), completeness (hasil akhir), dan ide.

"Untuk dewan juri, ada tiga. Yaitu Yoeza Mulyo Sapoetra dari CimangkoLabs, Doni Satria Ihsan dari StartUp Kito dan Abdul Hafizh juga dari StartUp Kito," ungkapnya.

Sementara,juara runner up berhasil diraih oleh tim Furgerech yang diketuai oleh Frisnaldi Septiatama. Mereka membuat aplikasi "Yuk Sharing", sebuah platform aplikasi untuk mempermudah pengguna saling berbagi tutorial dari berbagai bidang pendidikan dengan menggunakan cara-cara yang kreatif.

"Dengan aplikasi ini, setiap pengguna dapat mengelola sistem tutorialnya serta setiap user akan mendapatkan pendapatan berdasarkan tutorial yang di-share ke masyarakat banyak," kata dia.

Terakhir, juara terfavorit berhasil diraih oleh tim H-1 yang diketuai oleh Yandri. Mereka membuat "Aplikasi Belajar Baca Al-Qur'an untuk Tuna Rungu".

"Dengan adanya aplikasi ini, bisa membantu para anak tuna rungu yang baru belajar mengenal bahasa untuk bisa membaca dan mengerti apa Al-Qur'an yang menjadi kitab suci umat islam," ujarnya. (000)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *