BI dan TPID Perkuat 6 Strategi, Jaga Inflasi Sumbar Tetap Terkendali

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat M Abdul Majid Ikram mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga, terutama pascabencana dan dalam menghadapi dinamika global. (Foto: Ist./SumbarFokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Barat memperkuat sinergi pengendalian inflasi melalui enam langkah strategis.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat M Abdul Majid Ikram mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga, terutama pascabencana dan dalam menghadapi dinamika global.

Langkah pertama, fasilitasi pertemuan pemerintah daerah dan pusat dalam percepatan rekonstruksi pascabencana melalui Forum Dialog Ekonomi dan High Level Meeting (HLM) TPID.

Bacaan Lainnya

Kedua, pelaksanaan rapat koordinasi teknis dan Focus Group Discussion (FGD) guna menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap ketahanan sektor pertanian.

Ketiga, intensifikasi operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah.

Keempat, penguatan Kerja Sama Antar Daerah berbasis neraca pangan serta pemenuhan pasokan dari luar daerah.

Kelima, perluasan program Sekolah Lapang DAUN dan DAUN BANGKIT untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan hilirisasi pangan.

Keenam, penguatan komunikasi kebijakan, termasuk kampanye diversifikasi konsumsi beras untuk menjaga stabilitas harga.

Dia menyebut, inflasi Sumatera Barat ke depan diprakirakan tetap berada dalam rentang sasaran nasional 2,5±1 persen (yoy).

Namun, sejumlah risiko tetap perlu diwaspadai, seperti ketidakpastian global, potensi kenaikan harga energi dan emas, serta gangguan pasokan akibat cuaca ekstrem.

Dengan sinergi tersebut, stabilitas harga di Sumatera Barat diharapkan tetap terjaga sepanjang 2026. (000/003)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait