BI Petakan Ruang Pertumbuhan Ekonomi Sumbar 2026, Soroti Pemulihan Pascabencana dan Sumber Pertumbuhan Baru

Bank Indonesia memetakan ruang pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada 2026 masih terbuka, meskipun tekanan perlambatan ekonomi dan dampak bencana hidrometeorologi menjadi tantangan utama. (Foto: SISCA O.S./SumbarFokus.com)

Namun demikian, Bank Indonesia mengingatkan adanya risiko penurunan (downside risk) yang perlu diantisipasi. Pemulihan ekonomi pascabencana hidrometeorologi menjadi faktor krusial. Data menunjukkan, dampak bencana meliputi kerusakan ribuan rumah, jalan, dan jembatan, serta gangguan pada aktivitas produksi dan distribusi. Jika pemulihan tidak berjalan optimal, aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat berpotensi kembali tertekan.

Selain itu, tekanan ekonomi global, termasuk kebijakan pembatasan perdagangan dan tarif oleh Amerika Serikat serta risiko cuaca ekstrem, turut menjadi faktor yang dapat memengaruhi kinerja ekonomi daerah.

Ditegaskan, Bank Indonesia akan terus menjalankan perannya menjaga stabilitas nilai Rupiah, mengendalikan inflasi, serta mendorong sistem keuangan yang inklusif. Di saat yang sama, diperlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar peluang pertumbuhan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Kegiatan Dialog Ekonomi tersebut turut menghadirkan sejumlah pemateri dan pemangku kepentingan strategis, antara lain perwakilan Bappenas Ibnu Yahya, selaku Kasi Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Jalan BPJN Sumatera Barat Yulia Rahmadani, serta Ketua KADIN Sumatera Barat Buchari Bachter. Dialog ini juga dihadiri unsur perbankan, akademisi, dan stakeholder terkait lainnya sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam mendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat ke depan. (003)

Bacaan Lainnya
ADVERTISEMENT Iklan Bank Indonesia SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait