Peluncuran SERAMBI 2026 turut dihadiri Otoritas Jasa Keuangan serta pimpinan perbankan se-Sumatera Barat. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian layanan penukaran uang di berbagai titik.
Bank Indonesia membuka layanan penukaran uang di sejumlah lokasi, antara lain di Gedung BI Muaro, masjid-masjid di Kota Padang, Masjid Raya Sumatera Barat, serta pasar tradisional di berbagai kabupaten dan kota.
Selain itu, Bank Indonesia menggandeng perbankan di 19 kabupaten dan kota dengan total 100 titik layanan dan 415 kali kegiatan penukaran uang selama periode SERAMBI 2026.
Seluruh penukaran uang dilakukan melalui aplikasi PINTAR sebagai sarana resmi pemesanan layanan penukaran Rupiah. Layanan ini diprioritaskan untuk penukaran uang pecahan besar ke pecahan kecil. Sementara layanan penukaran uang rusak dan uang yang dicabut dari peredaran akan dibuka kembali setelah 26 Maret 2026.
Dalam kesempatan itu, M. Abdul Majid Ikram juga menyinggung kondisi perekonomian Sumatera Barat yang masih menghadapi tantangan. Inflasi daerah ini tercatat termasuk yang tertinggi secara nasional, sementara pertumbuhan ekonomi lebih rendah dibandingkan tiga tahun sebelumnya.
“Daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih. Ada kecenderungan masyarakat menahan uangnya, sehingga peredaran uang dari Bank Indonesia menurun,” dia mengatakan.
Fenomena tersebut diperkuat oleh kondisi pascabencana di sejumlah daerah yang membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam berbelanja.
Karena itu, Bank Indonesia mendorong masyarakat untuk kembali menggerakkan konsumsi agar roda ekonomi daerah dapat berputar.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





