Sementara itu, Direktur Jenderal Ekosistem Ekonomi Haji Kementerian Haji dan Umrah RI Harun Al Rasyid menegaskan, menjadi petugas haji bukanlah fasilitas untuk beribadah dengan nyaman tanpa tanggung jawab. Menurut dia, amanah sebagai petugas menuntut kesiapan fisik, mental, dan komitmen penuh dalam melayani jemaah.
“Petugas haji bukan untuk santai. Standar mesti dinaikkan, kedisiplinan diperkuat, agar petugas benar-benar hadir melayani jemaah di lapangan,” ujarnya.
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumbar Rifki mengatakan, Diklat PPIH tahun ini melibatkan pendekatan semi militer dengan dukungan TNI untuk membentuk disiplin, kekompakan, serta kesiapan fisik dan mental petugas.
Sebanyak 74 peserta mengikuti diklat, terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah kloter, petugas haji daerah, pembimbing ibadah KBIHU, serta tenaga kesehatan haji kloter. Kegiatan ditandai penyematan tanda peserta dan dilanjutkan pembekalan materi serta pelatihan lapangan. (000/003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





