Buka Peluang Seluas-luasnya untuk Pendaftar, UNP Umumkan Pemilihan Rektor

Jumpa pers agenda Pemilihan Rektor UNP 2024-2029. (Foto: YEYEN/SumbarFokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

Unviersitas Negeri Padang mengumumkan agenda Pemilihan Rektor (Pilrek) UNP Periode 2024-2029. Dikatakan oleh Rektor UNP Prof. Ganefri, Rabu (24/1/2024), dalam kesempatan jumpa pers, di Ruang Sidang Rektor UNP, peluang tidak hanya dibuka untuk pendaftar yang berasal dari lingkungan kampus UNP saja, melainkan seluruh kalangan yang memiliki kapasitas sesuai persyaratan yang ditentukan.

Bacaan Lainnya

“Kita membuka peluang untuk semua orang, tidak hanya yang berasal dari UNP. Mana tahu ada calon rektor dari luar UNP yang berminat bergabung, tetap ada peluangnya, asal memenuhi syarat dan lolos seluruh tahapan pemilihan,” sebut Ganefri, didamping Ketua MA Prof. Z. Mawardi Effendi dan Ketua Senat Akademik Universitas  (SAU) Prof. Lufri.

Tahapan pilrek, dijelaskan, ada empat. Tahapan itu penjaringan, penyaringan, pemilihan, dan pelantikan. Berbeda dari kondisi saat UNP belum menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Berbadan Hukum (BH), pemilihan rektor saat ini diatur oleh peraturan Majelis Wali Amanat (MWA).

MWA sendiri terdiri dari 17 orang anggota, yang terdiri atas unsur Menteri Pendidikan, Rektor, SAU, dosen, tenaga pendidikan, mahasiswa, alumni, dan masyarakat. Setelah penjaringan, para calon rektor nantinya akan menyampaikan visi dan misi dalam sidang pleno terbuka SAU, yang dihadiri oleh seluruh anggota MWA, SHU, dosen yang diundang, dan perwakilan lainnya, yang berhak jadi panelis dalam siding terbuka tersebut.

Setelah penyaringan, calon rektor yang terpilih, yaitu sebanyak tiga orang, kemudian selanjutnya akan diwawancara oleh Kementerian. Begitu hasil sudah didapatkan dari hasil pemilihan, tim pemilihan melaporkan kepada MWA, dan pelantikan nantinya akan dilakukan oleh Ketua MWA UNP.

“Kita mengharapkan, UNP bisa mendapat rektor yang terbaik, bisa lebih baik lagi. Kalau rektor ke depan lebih baik dari rektor sebelumnya, artinya rektor sebelumnya sukses dalam melakukan kaderisasi,” sebut Ganferi.

Masa jabatan Prof. Ganefri sendiri diketahui akan berlangsung hingga 4 Juni 2024, yang artinya pelantikan rektor baru nanti akan digelar pada 5 Juni 2024.

Pelaksanaan pemilihan ini, menurut Ganefri, yang dimulai dari penjaringan hingga nanti pelantikan, sudah mengacu kepada peraturan yang berlaku. Pihaknya tidak ingin ada kejadian-kejadian yang tidak diinginkan karena pelaksanaan pemilihan yang tidak sesuai dengan peraturan.

Berdasarkan pengumuman nomor 023/UN35.MWA/TU/2024 tentang Pemilihan Rektor Universitas Negeri Padang Periode 2024-2029, pendaftaran telah dibuka sejak 22 Januari kemarin, dan akan ditutup pada 4 Maret 2024. Untuk pendaftaran secara daring, bisa dilakukan di https://pilrek.unp.ac.id/.

 

Harapan Prof. Ganefri

Sebagai Rektor yang saat ini tengah menjabat, dan pernah melewati masa-masa perjuangan luar biasa dalam membangun dan mengembangkan kemajuan UNP, Prof. Ganefri menyampaikan harapannya terkait calon rektor yang menjadi pilihan nanti.

“Setiap pemimpin ada masanya, setiap masa ada pemimpinnya. Tantangan di depan akan berbeda dengan kondisi terdahulu. Harapan ke depan, rektor yang terpilih adalah rektor yang punya pemikiran masa depan, punya jiwa enterpreneur, dan berpikir jauh ke depan,” ujarnya.

Ganefri juga berharap, rektor berikutnya mampu meningkatkan peringkat UNP di mata dunia, yang saat ini sudah mencapai 800 besar dunia, agar bisa naik lagi. Selain itu, branding UNP tetap harus dibangun. Terutama mengingat, disebut Ganefri, UNP saat ini merupakan PTN yang paling banyak peminatnya di Sumbar, dihitung berdasarkan jumlah peminat pemilih 1 dalam Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SMPB).

“Kemajuan teknologi cepat. UNP jangan sampai tertinggal. Kita berharap rektor ke depan juga sangat memahami ini,” imbuh Ganefri.

Calon rektor, dikatakan Ganefri, juga wajib memiliki pengalaman manajerial untuk bisa melamar dalam pemilihan ini. Hal tersebut merupakan syarat tambahan.

“Pengalaman manajerial minimal dua tahun. Itu setara Ketua Jurusan. Tapi ini jumlah masa pengalaman ini bisa diakumulasi. Misalnya, pernah jadi Ketua Jurusan selama enam bulan, Kepala Dinas setahun, dan lainnya, diakumulasi masa pengalaman manajerialnya itu, boleh. Jadi di sini, Kepala Dinas juga bisa melamar, asal punya pengalaman akademik,” terangnya.

Diharapkan juga nantinya, rektor yang bisa, meneruskan apa yang sudah dibangun hingga sekarang. Diakui, UNP baru dua tahunan menjadi PTN BH. Artinya, pondasi belum terlalu kuat.

“Namun sudah cukup untuk tinggal landas,” pungkas Ganefri. (003)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait