Dia juga dikenal dekat dengan awak media terutama saat memimpin Dinas Kominfotik Sumbar. Dengan kepemimpinannya, tercipta tata kelola informasi yang baik sehingga membantu menjaga kestabilan, terutama di masa awal pemerintahan gubernur
Kepemimpinan Jasman tak hanya diakui secara struktural, tetapi juga secara kultural. Dia menerima gelar kehormatan adat _Datuak Bandaro Bendang_ dari ninik mamak di Solok Selatan. Ini bukti kepercayaan dan penghormatan masyarakat terhadap sosoknya.
Gaya kepemimpinan Jasman dinilai mengayomi, tegas, dan berbasis nilai. Dia juga dikenal sebagai birokrat yang melek teknologi, adaptif terhadap perubahan, dan selalu mendukung kolaborasi antar-perangkat daerah.
Dengan berbagai pengalaman strategis tersebut, pelantikan Jasman Rizal sebagai PJ Sekda Dharmasraya menjadi bagian dari langkah Bupati Annisa untuk mengonsolidasikan tata kelola pemerintahan yang profesional dan terintegrasi.
“Beliau bukan sekadar teknokrat, tapi pemimpin yang punya visi dan kemampuan manajerial yang terbukti. Apalagi pengalaman beliau di masa COVID menjadi bukti nyata kemampuannya menghadapi krisis,” ungkap salah seorang pejabat di lingkungan Pemkab Dharmasraya.
Pelantikan ini membawa harapan baru bagi publik, bahwa birokrasi Dharmasraya akan semakin solid, terbuka, dan mampu menjawab tantangan zaman dengan kepemimpinan yang berpengalaman. (019)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






