Bupati Pasaman Geram, Ambulans Gratis Kehabisan BBM saat Dibutuhkan

Bupati Pasaman Welly Suhery memimpin rapat evaluasi bersama para Camat dan Kepala OPD terkait pelaksanaan program ambulans gratis, menekankan pentingnya kesiapan operasional kendaraan untuk pelayanan darurat masyarakat. (Foto: Ist./SumbarFokus.com)

PASAMAN (SumbarFokus)

Bupati Pasaman geram setelah menerima laporan adanya ambulans gratis milik Pemerintah Kabupaten Pasaman yang kehabisan bahan bakar (BBM) saat dibutuhkan masyarakat. Insiden ini dinilai mencoreng komitmen pelayanan publik, mengingat program ambulans gratis merupakan salah satu program unggulan (progul) Pemkab Pasaman.

Kemarahan itu disampaikan langsung Bupati Welly dalam pertemuan bersama para camat se-Kabupaten Pasaman dan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Pasaman, Rabu (11/2/2026). Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Parulian, Sekretaris Daerah Yudesri, serta unsur Forkopimda.

“Ambulans gratis adalah program unggulan kita untuk masyarakat. Ini menyangkut pelayanan dasar dan kebutuhan mendesak. Tidak boleh ada alasan ambulans tidak bisa jalan hanya karena tidak ada BBM,” tegas Bupati Welly.

Bacaan Lainnya
ADVERTISEMENT Iklan Bank Indonesia SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyebutkan adanya laporan bahwa beberapa ambulans yang seharusnya siaga justru tidak dapat beroperasi karena kehabisan bahan bakar. Akibatnya, masyarakat yang membutuhkan layanan darurat terpaksa menunggu pengisian BBM terlebih dahulu sebelum ambulans bisa diberangkatkan.

“Bayangkan, masyarakat dalam kondisi darurat harus menunggu ambulans isi minyak dulu. Ini situasi yang sangat urgen. Tolong, Pak Kadis Kesehatan, jadikan ini perhatian serius,” ujar Bupati Welly dengan nada tegas.

Bupati menekankan agar Dinas Kesehatan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program ambulans gratis, termasuk sistem pengawasan dan kesiapan operasional kendaraan di lapangan. Ia tidak ingin program yang digadang sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat justru menjadi sorotan negatif.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait