“Situasi keuangan daerah memang berat, tapi pelayanan kepada masyarakat tetap jadi yang utama,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menyoroti beberapa program prioritas, di antaranya peningkatan sanitasi dan pengawasan terhadap SPPG (Sentra Pangan dan Pangan Gotong Royong). Dia menegaskan, SPPG yang tidak memenuhi standar kebersihan dan kesehatan akan ditutup.
“Kalau ada SPPG yang bermasalah, kita tutup. Kita tidak ingin anak-anak kita bermasalah karena makanan yang tidak layak,” katanya.
Selain itu, Bupati Jon Firman Pandu juga memaparkan perkembangan revitalisasi sekolah yang kini berjalan di 18 sekolah. Dia menyebut, Pemkab Solok tengah mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat di atas lahan seluas tujuh hektare di kawasan HGW.
“Kita termasuk dari 104 daerah yang menjadi lokasi rintisan Sekolah Rakyat di Indonesia. Nilai proyeknya mencapai sekitar Rp240 miliar,” ungkapnya.
Bupati menambahkan, hingga akhir tahun 2025, kegiatan fisik yang sudah berjalan mencapai Rp62 miliar, sedangkan kegiatan nonfisik senilai Rp242 miliar tengah dalam proses penyelesaian.
“Dengan keterbatasan yang ada, kita tetap bekerja maksimal. Semua program diarahkan untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (000)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





