PADANG (SumbarFokus)
Seringkali limbah plastik dijumpai di lingkungan sekitar, tidak hanya di darat tapi juga perairan. Mikroplastik adalah salah satu limbah plastik yang mencemari lingkungan dan berbahaya bagi kehidupan.
Sesuai dengan namanya mikro yang berarti kecil, mikroplastik ini merupakan wujud limbah plastik terkecil yang bisa ditemukan di berbagai tempat atau terkandung pada benda tertentu. Meski kecil dan hampir tak kasat mata, mikroplastik ini tetaplah limbah yang berbahaya.
Mikroplastik, Apakah Itu?
Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), mikroplastik adalah potongan plastik dengan ukuran kecil dan dapat mencemari lingkungan. Tidak diketahui pasti berapa ukurannya, tetapi didefinisikan memiliki ukuran diameter kurang dari 5 mm. Tentu ukuran tersebut sangat kecil dan bahkan bisa sampai tidak kasat mata.
Bersumber pula dari laman Citarum Harum Provinsi Jabar, mikroplastik berasal dari penguraian sampah plastik yang ukurannya lebih besar, di mana sampah plastik tersebut tidak akan pernah terurai dengan sempurna sehingga menghasilkan sampah mikroplastik ini. Sampah atau limbah mikroplastik kerap dijumpai di perairan, seperti sungai.
Mikroplastik memiliki dua macam jenis, yaitu mikroplastik primer dan sekunder sebagai berikut.
- Mikroplastik primer
Mikroplastik ini berukuran sangat kecil berasal dari kandungan pada produk tertentu yang dipakai manusia, seperti polyethylene microbeads pada kosmetik, sabun, deterjen, dan pakaian.
- Mikroplastik sekunder
Mikroplastik jenis ini berasal dari penguraian atau degradasi sampah plastik di lautan yang berukuran lebih besar dari jenis primer. Penggunaan plastik sekali pakai merupakan sumber utama terbentuknya mikroplastik.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






