Bahaya Mikropalstik bagi Lingkungan dan Kesehatan

Dampak mikroplastik bagi lingkungan
Mikroplastik dalam tubuh dapat berinteraksi dengan darah melalui proses adsorpsi dan mengisi protein serta glikoprotein. (Foto: Canva/Ist.)

Mikroplastik yang berukuran kecil tersebut tersebar di seluruh lingkungan sekitar, terutama pada perairan. Ketika mikroplastik tidak dapat terurai, maka timbul berbagai dampak di beberapa aspek kehidupan, seperti lingkungan dan kesehatan manusia.

Dampak Mikroplastik bagi Lingkungan

Bacaan Lainnya

Kedua jenis mikroplastik di atas diketahui dapat bertahan di lingkungan dalam waktu yang lama. Dilansir dari laman ITB tahun 2021, mikroplastik di Indonesia dapat banyak ditemukan di perairan laut, sedimen sungai, estuari, sedimen lingkungan terumbu karang, bahkan dalam perut ikan. Fiber dan fragmen adalah jenis mikroplastik yang paling banyak ditemukan. Keduanya berasal dari pakaian serat sintetis, alat pancing, dan jaring ikan.

Dari laman Kemenkes, dituliskan bahwa mikroplastik dapat ditelan oleh makhluk hidup yang sangat kecil seperti bakteri, amoeba, dan plankton yang hidup perairan. Hingga akhirnya akan dimakan oleh pemangsa ikan atau hewan air lebih besar dan mikroplastik menimbun di dalam tubuh.

Bersumber dari UNAIR News dilansir 2022, bahaya mikroplastik dapat merusak tatanan mata rantai makanan dalam ekosistem laut. Kondisi ini dikarenakan mikroplastik menggantikan fitoplankton dan zooplankton yang mengurangi populasi ikan-ikan kecil bahkan predator.

Diketahui bahwa ikan tidak dapat membedakan antara mikroplastik dengan plankton. Sehingga secara tidak sengaja ikan akan mengonsumsi mikroplastik. Hal ini juga menyebabkan ancaman kepunahan pada hiu gangga (Glyphis gangeticus) di Kalimantan Utara dan Kalimantan Tengah. Akibat ketidakseimbangan populasi konsumen di bawahnya, hiu ini terancam kepunahan.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait