Melansir dari laman Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mikroplastik dapat menjadi toxic alias beracun sekali apabila dikonsumsi oleh biota laut. Ketika ikan-ikan mengonsumsi mikroplastik maka dapat mengakibatkan kerusakan organ pencernaan, mengurangi cadangan energi, mengganggu sistem reproduksi, dan sampai pada kematian.
Dampak Mikroplastik bagi Manusia
Mikroplastik yang tercemar di lingkungan perairan menjadi salah satu yang berpengaruh pula pada manusia. Ketika manusia mengkonsumsi ikan yang mengandung mikroplastik, maka dampaknya akan sampai pada manusia.
Dilansir dari laman Kemenkes, mikroplastik dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui konsumsi ikan atau hewan air yang tercemar limbah plastik, penggunaan garam saat pengawetan ikan, dan penggunaan wadah makanan yang terbuat dari plastik.
Penelitian dari Ecological Observation and Wetlands Conservation dalam laman Kemenkes pula menjelaskan bahwa mikroplastik dapat masuk tubuh manusia melalui pernapasan, pencernaan, dan paparan terhadap benda plastik yang sudah lapuk.
Dampak mikroplastik bagi kesehatan manusia adalah sebagai berikut, dirangkum dari beberapa sumber:
- Memicu kanker
Endapan mikroplastik dalam tubuh merupakan endapan benda asing yang tidak dapat dicerna atau diserap. Kondisi ini dapat menimbulkan iritasi dan apabila terlalu lama menjadi peradangan, sehingga memicu timbulnya tumor dan kanker.
- Mengganggu sistem endokrin
Zat aditif/tambahan dalam plastik dicurigai bisa mengganggu sistem endokrin atau hormonal dalam tubuh manusia. Bahan atau senyawa kimia beracun akan dilepaskan dan terakumulasi.
- Mengganggu kekebalan tubuh
Mikroplastik diduga dapat berpengaruh dengan sistem kekebalan tubuh dan berpotensi menyebabkan stres oksidatif dan perubahan DNA.
- Mengganggu sistem pernafasan
Diketahui pula polusi udara mengandung mikroplastik berukuran 10-25 mm yang dapat terakumulasi di saluran pernafasan dan paru-paru sehingga mengganggu sistem pernafasan.
- Pembengkakan usus
Mikroplastik dalam tubuh dapat berinteraksi dengan darah melalui proses adsorpsi dan mengisi protein serta glikoprotein. Kondisi itu yang memicu timbulnya pembengkakan usus, bahkan berdampak pada organ lain.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






