Rangkaian proses ini memperlihatkan bahwa semen bukan produk instan. Ia adalah hasil kolaborasi antara alam dan teknologi. Batu yang diambil dari perut bumi mengalami transformasi melalui panas ekstrem dan rekayasa teknik hingga menjadi material yang mampu menopang gedung, jalan, dan jembatan selama puluhan bahkan ratusan tahun.
Visual bahan baku dan tahapan produksi menjadi pengingat bahwa setiap bangunan memiliki cerita panjang di baliknya. Cerita tentang batuan yang digiling, dibakar, didinginkan, lalu disatukan menjadi fondasi peradaban.
Dari tanur bersuhu ribuan derajat hingga berada di tangan para pekerja konstruksi, semen menjalani perjalanan yang sunyi namun menentukan. Tanpa proses itu, tak akan ada rumah, sekolah, rumah sakit, atau jalan yang menghubungkan manusia satu dengan lainnya. (000/003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





