Dari DAUN untuk Sumbar: Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi hingga Ekonomi Nagari

Bank Indonesia dalam menjaga kestabilan nilai rupiah, proses pengendalian inflasi dijalankan secara terstruktur melalui pemantauan harga harian, identifikasi potensi gejolak, koordinasi respons cepat bersama TPID, serta implementasi program stabilisasi pasokan dan harga. (Foto: BI Sumbar/SumbarFokus.com)

Di sektor budaya dan pariwisata, Nagari Koto Gadang menegaskan posisinya sebagai desa wisata unggulan dengan meraih Juara II Nasional kategori Desa Wisata Berbasis Budaya pada Wonderful Indonesia Awards 2025. Keberhasilan ini berakar dari kearifan lokal yang terpelihara: kerajinan perak, rumah gadang, tradisi adat, serta semangat masyarakat yang menjaga otentisitas nagari. Bank Indonesia turut memperkuat ekosistem ekonomi desa melalui pendampingan Sekolah Lapang Digitalisasi Usaha Nagari (DAUN), sinergi dengan Pokdarwis dan pemkab, serta fasilitasi pemanfaatan pembayaran digital dalam layanan wisata.

Tak kalah penting, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kembali meraih Anugerah Adinata Syariah 2025 dari KNEKS sebagai bentuk apresiasi atas komitmen pengembangan ekonomi syariah yang berkelanjutan, penghargaan yang diterima langsung oleh Gubernur Mahyeldi di Jakarta. Prestasi dua tahun berturut turut ini menegaskan bahwa ekonomi syariah tidak hanya selaras dengan karakter budaya Minangkabau, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan baru daerah. Bank Indonesia memperkuat ekosistem syariah melalui sinergi dengan Pemprov, KDEKS, MUI, pemkab/pemko, serta lembaga keuangan syariah dalam perluasan literasi, pemberdayaan UMKM syariah, dan pematangan kebijakan.

Bacaan Lainnya

Pengembangan UMKM dan Peningkatan Produktivitan Pertanian Sekolah Lapang DAUN

Dukungan penguatan ekonomi nagari di Sumatera Barat sepanjang 2025 dilakukan melalui dua jalur yang saling menguatkan: percepatan digitalisasi dan ekspor UMKM, serta peningkatan produktivitas pertanian melalui Sekolah Lapang DAUN. Program Onboarding UMKM Go Digital yang melibatkan 99 UMKM dan Go Ekspor bagi 50 UMKM berhasil membawa pelaku usaha naik kelas, memanfaatkan kanal digital, dan menembus pasar global. Hasilnya langsung terlihat, seperti ekspor coffee beans oleh Solok Radjo ke Taichung, Taiwan senilai USD 11.310, serta ekspor kayu manis oleh Spices Indo ke Thailand senilai USD 86.029,75.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait