Melalui berbagai forum business matching, capaian ekspor UMKM semakin meluas. Pada BM KKI 2025, tiga UMKM binaan dhi Kopi Solok Radjo, UniKayo, dan Spices Indomenandatangani MoU ekspor total USD 649.290. Pada BM SCF 2025, UMKM binaan menandatangani LOI dengan buyer Malaysia senilai Rp 1.388.250.000.
Dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, MoU dilakukan antara Rendang Gadih dan More N More (Australia) senilai USD 15.600. Program digitalisasi juga mencatat keberhasilan signifikan: 46 UMKM memenuhi standar UMKM Go Digital dengan 35 UMKM mengalami peningkatan omzet rata rata 300%, serta kenaikan penjualan online 9,6%. Capaian ini lahir dari pelatihan digital bersama Sekolah Bisnis Online (SBO), kurasi peserta yang ketat, dan pendampingan pasca pelatihan.
Di sisi hulu, peningkatan produktivitas pangan diwujudkan melalui Sekolah Lapang DAUN, yang memfokuskan pelatihan pada metode organik Mulsa Tanpa Olah Tanah (MTOT), digital farming, serta pemanfaatan data iklim untuk pengambilan keputusan pertanian. Program ini dilaksanakan dalam empat tahapan, yaitu Tahap 1 – Kab. Pesisir Selatan, 24–27 Februari 2025. Tahap 2 – Kab. Solok Selatan (Muara Labuah), 20–25 Mei 2025, Tahap 3 – Kab. Agam, 2–6 Juli 2025, Tahap 4 – Kab. Lima Puluh Kota (Harau), 11–14 November 2025.
Sebelum pendampingan, produktivitas petani rata-rata hanya 3,6 ton/ha, biaya produksi sekitar Rp 15 juta/ha, dan pemasaran terbatas pada pedagang lokal. Pendekatan DAUN mengubah pola kerja secara fundamental melalui rapid soil check, pemetaan cuaca BMKG, serta teknik MTOT. Dampaknya nyata: produktivitas meningkat >50%, efisiensi tenaga kerja 30%, risiko hama berkurang, penggunaan pestisida menurun, dan kesuburan tanah meningkat berkat penggunaan mulsa jerami. Peningkatan produksi beras turut memperkuat suplai pangan daerah dan membantu menahan tekanan inflasi.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






