Dari DAUN untuk Sumbar: Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi hingga Ekonomi Nagari

Bank Indonesia dalam menjaga kestabilan nilai rupiah, proses pengendalian inflasi dijalankan secara terstruktur melalui pemantauan harga harian, identifikasi potensi gejolak, koordinasi respons cepat bersama TPID, serta implementasi program stabilisasi pasokan dan harga. (Foto: BI Sumbar/SumbarFokus.com)

Upaya ini diperkuat dengan Ekspedisi Rupiah Berdaulat dan Rupiah Tepian Negeri, menjangkau wilayah terluar dan perbatasan sesuai amanat UU No. 7 Tahun 2011.Untuk menjamin kecukupan uang, Kas Titipan Sungai Penuh berperan sebagai nodal distribusi strategis, didukung layanan responsif seperti Serambi Ramadhan dan Serunai Nataru pada momen puncak kebutuhan uang. Sinergi dengan perbankan dan pemerintah daerah memastikan layanan kas tetap inklusif dan responsif.

Perlindungan terhadap nilai Rupiah diperkuat melalui Agen Pemberantasan Uang Palsu (APUP) di 19 kabupaten/kota, memberikan edukasi 3D, layanan klarifikasi, dan sosialisasi sanksi guna meminimalkan risiko uang palsu dan menjaga daya beli masyarakat.Dalam aspek keberlanjutan, Edukasi menjadi fondasi jangka panjang melalui integrasi CBP Rupiah ke kurikulum madrasah bersama Kanwil Kemenag serta program Bhabin Mengajar yang membawa edukasi Rupiah ke tingkat nagari secara kontekstual.

Bacaan Lainnya

Sarasehan Ekonomi dan Laporan Perkembangan Perekonomian

Sebagai mitra advisory kebijakan ekonomi bagi Pemerintah Daerah, KPwBI Sumbar menyajikan asesmen perekonomian terkini dan rekomendasi melalui Laporan Perekonomian Provinsi triwulanan—mencakup pertumbuhan ekonomi, inflasi, kondisi fiskal daerah, indikator kesejahteraan (kemiskinan, pengangguran), dan stabilitas sistem keuangan seperti dana pihak ketiga dan kredit perbankan—untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat.

Fungsi advisory tersebut dipertegas lewat Sarasehan Ekonomi Sumatera Barat 2025 pada 25 Juli 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh WaGub Prov. Sumbar, KaPw BI Sumbar, 17 Kepala Daerah Sumbar, pimpinan instansi vertikal dan OPD, serta akademisi dan berbagai asosiasi. Seluruh kepala daerah menyampaikan berbagai potensi investasi di wilayahnya masing-masing yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait