Melalui laporan dan forum kebijakan, KPwBI Sumbar mendukung pengambilan keputusan berbasis data/kajian (evidence-based) demi ekonomi yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Pengembangan Ekonomi Syariah
BI Sumbar terus memperkuat ekosistem ekonomi syariah melalui percepatan sertifikasi halal, pembiayaan syariah, pengembangan industri kreatif syariah, dan digitalisasi wakaf. Di Universitas Andalas, peluncuran/kick off Zona Kuliner Aman Halal dan Sehat pada 28 April 2025 menghasilkan 12 UMKM tersertifikasi halal. Sinergi bersama MUI, Satgas Halal Sumbar, dan berbagai pemda mendorong perluasan Zona KHAS di Padang, Bukittinggi, Payakumbuh, serta kawasan perguruan tinggi.
Pada sisi pembiayaan, business matching pada Sumbar Creative Economy Festival 2025 membuka akses pembiayaan syariah bagi 24 UMKM melalui Bank Nagari. Di sektor industri kreatif syariah, dua UMKM Sumbar yang lolos kurasi IKRA 2025 mendapatkan eksposur melalui showcase regional hingga ISEF 2025, festival ekonomi syariah terbesar di Indonesia yang digelar di Jakarta pada 8–12 Oktober 2025, dengan partisipasi lebih dari 1.000 pelaku industri halal dan berbagai forum internasional yang memperluas jejaring global pelaku usaha syariah.
Penguatan wakaf produktif dilakukan melalui implementasi wakaf digital Satu Wakaf, bekerja sama dengan Ponpes Ar Risalah untuk pengembangan Wakaf Perkebunan Melon, dengan total penghimpunan wakaf publik lebih dari Rp 100 juta hingga November 2025. Upaya ini menegaskan bahwa penguatan ekonomi syariah tumbuh melalui kolaborasi, pendampingan, dan komitmen bersama. Seperti pepatah Minang, “Barek samo dipikua, ringan samo dijinjing,” kemajuan akan tercapai ketika semua unsur berjalan seiring membangun ekonomi nagari.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






