Dari Nasi Pulen Befood Setra Ramos ke Sepiring Nasi Goreng Lezat, Paripurna Rasanya

Nasi goreng yang dimasak dari beras premium Befood Setra Ramos. (Foto: SISCA O.S./SumbarFokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

Jika banyak yang mengira nasi goreng harus dimasak dari beras pera, dapur Momsa justru menemukan kejutan dari nasi pulen. Di wajan panas, butiran nasi pulen bisa tetap rapi dan wangi asal diperlakukan dengan teknik yang tepat. Dari sini, sepiring nasi goreng lahir memperluas cara pandang dan inovasi rasa untuk selera yang paripurna.

Kuncinya ada sejak awal memasak nasi. Air dipakai lebih sedikit dari standar, bahkan lebih rendah dari takaran nasi pera. Setelah matang, nasi didiamkan dan didinginkan lebih dulu. Langkah ini sederhana tapi krusial, untuk menjaga soliditas butiran agar tak hancur saat ditumis. Hasilnya, nasi pulen yang masuk wajan tidak lembap, tidak basah, justru legit yang kering di luar, lembut di dalam.

Rasa dibangun secara natural. Tanpa vetsin, dapur Momsa mengandalkan bawang yang ditumis banyak hingga harum dan mengeluarkan manis alaminya, “janji micin” dibayar lunas oleh bawang. Sedikit saus tiram cukup untuk mengikat rasa bisa digunakan. Wortel ikut ditumis untuk memberi kontras warna sekaligus rasa segar, membuat nasi goreng tampil hidup.

Sayuran hijau seperti pak coy dan daun bawang masuk belakangan, menjaga tekstur tetap renyah. Prosesnya tetap proses nasi goreng rumahan, yang bisa ditambah cumi dan telur.

Nasi tidak berminyak berlebihan, aromanya bersih, dan rasanya berani tanpa perlu bumbu berlapis.

Saat matang, plating ambil peranan selanjutnya. Di atas nasi, bakso ikan dan sosis seafood terpajang ditusuk rapi, jadi topping utama.

Pelengkapnya sederhana namun pas, yaitu orak-arik telur, irisan tomat dan mentimun, serta kerupuk bebas sesuai selera. Sekilas saja sudah menggoda, sekali suap langsung meyakinkan.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait