Dia menilai, tanpa pemahaman pragmatik, pengguna media sosial mudah terjebak dalam kesalahpahaman, konflik, hingga drama digital yang sebenarnya bisa dihindari.
Academic talk tersebut juga diisi dengan diskusi interaktif antara dosen dan mahasiswa, membahas berbagai contoh kasus komunikasi digital yang memicu pujian berlebihan, serangan verbal, hingga konflik terbuka di media sosial.
Peserta terlihat aktif mengajukan pertanyaan terkait strategi berbahasa yang lebih santun, cerdas, dan beretika di tengah budaya digital yang serba cepat dan reaktif.
Kehadiran Dekan FIB Unand dalam forum akademik ini menunjukkan komitmen Universitas Andalas dalam memperkuat kajian linguistik, khususnya pragmatik, serta mendorong pengembangan komunikasi digital yang lebih beradab dan berkesadaran sosial. (000/003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





