Dia menegaskan, PLN akan terus memperkuat implementasi prinsip keberlanjutan serta mendorong inovasi teknologi hijau.
“Kami terus mendorong inovasi teknologi hijau, kolaborasi global, dan menjadikan keberlanjutan sebagai budaya kerja. PROPER adalah momentum untuk bertransformasi dari sekadar compliance menjadi lead dalam transisi energi. Kini tugas PLN bukan hanya menyediakan listrik yang andal, tapi juga memastikan listrik tersebut semakin bersih, ramah lingkungan, dan memberikan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Sepanjang 2021 hingga 2025, PLN mencatat peningkatan signifikan dalam reduksi emisi dari 12,9 juta ton CO2 menjadi 51,1 juta ton CO2.
Selain itu, pengembangan energi baru terbarukan telah mencapai sekitar 9,4 gigawatt, serta ekspansi pembangkit berbasis gas dengan produksi 33,7 terawatt hour pada 2025.
PLN juga mengembangkan green hydrogen melalui Green Hydrogen Plant yang kini tersebar di 22 lokasi di Indonesia dengan total kapasitas mencapai 203 ton per tahun.
”Harapannya, inisiatif-inisiatif yang kami jalankan ini bukan hanya berdampak positif terhadap pelestarian lingkungan, namun juga dapat memberikan multiplier effect dengan mendorong terciptanya lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, serta mendukung pembangunan infrastruktur nasional,” pungkas Darmawan. (000/UID-Sumbar)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






