“Persoalan pada hampir semua BUMN bukan karena karyawan, pelakunya adalah pimpinan BUMN,” tegasnya.
Dia memaparkan, sejumlah BUMN besar yang sebelumnya sehat justru perlahan mengalami kemunduran hingga kolaps akibat kesalahan kepemimpinan. Karena itu, Dony menekankan pentingnya menjalankan perusahaan sesuai norma yang benar tanpa memoles laporan kinerja.
Menurutnya, seorang CEO harus memiliki visi yang jelas tentang arah perusahaan dan memahami posisi perseroan saat ini. Dari situ, CEO dituntut mampu menentukan langkah strategis untuk mencapai tujuan tanpa bergantung pada konsultan.
“CEO harus punya dan tahu perusahaan akan dibawa ke mana,” katanya.
Dony juga mengingatkan, jarak antara pimpinan dan lapangan dapat menjadi sumber masalah serius. CEO yang terlalu nyaman di kantor tanpa memahami kondisi riil di lapangan berpotensi membawa perusahaan ke arah yang salah.
Dia menegaskan, visi perusahaan harus dikomunikasikan secara jelas kepada seluruh karyawan dan dikawal langsung oleh pimpinan melalui keterlibatan aktif di lapangan.
Direktur Utama Semen Indonesia Indrieffouny Indra menyebut, paparan Dony Oskaria akan menjadi CEO Notes dalam pelaksanaan tugas manajemen ke depan. Menurutnya, arahan tersebut relevan di tengah tantangan menjaga pasar yang semakin kompetitif. (000)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





