Dia juga mengajak peserta menjadi teladan keselamatan berkendara, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.
Sementara, Kompol Rosita Imelda Ifadi mengungkapkan kondisi keselamatan lalu lintas di Sumatera Barat masih memprihatinkan. Ia menyebutkan, angka kecelakaan lalu lintas di Sumbar berada pada peringkat lima terbesar secara nasional.
“Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu penyebab kematian terbesar. Di Sumbar, mayoritas korban berasal dari usia produktif, yakni 13 hingga 35 tahun,” ujarnya.
Dia mengapresiasi langkah PT Semen Padang yang aktif menggelar kampanye Safety Riding, serta memaparkan sejumlah pelanggaran lalu lintas yang masih sering ditemukan, seperti penggunaan ponsel saat berkendara, kendaraan tanpa TNKB, angkutan barang membawa penumpang, hingga sepeda motor yang tidak memenuhi persyaratan teknis.
Pada kesempatan yang sama, Dwi Aprianto menyampaikan bahwa sepanjang 2025, nilai santunan kecelakaan lalu lintas di Sumatera Barat meningkat signifikan.
“Total santunan meningkat sebesar 11,04 persen atau sekitar Rp7,7 miliar. Kenaikan ini dipicu meningkatnya frekuensi kecelakaan sebesar 2,63 persen serta kecelakaan fatal yang menyebabkan korban meninggal dunia naik 3,57 persen,” jelasnya.
Melalui kampanye Safety Riding ini, PT Semen Padang berharap dapat berkontribusi menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus memperkuat budaya keselamatan yang sejalan dengan nilai-nilai K3 perusahaan. (000/sp)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





