Dua Meriam di Jantung Indarung, Saksi Bisu Perang Dunia yang Tidak untuk Dilupakan

Setiap orang yang melangkah di Lapangan Golf PT Semen Padang mungkin mengira kawasan ini hanya ruang hijau untuk olahraga dan rekreasi. (Foto: Semen Padang/SumbarFokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

Setiap orang yang melangkah di Lapangan Golf PT Semen Padang mungkin mengira kawasan ini hanya ruang hijau untuk olahraga dan rekreasi. Namun di tengah hamparan rumput yang rapi itu, berdiri dua benda yang tak pernah ikut berubah bersama waktu: sepasang meriam tua, berkarat, dan tetap menghadap ke arah yang sama sejak dulu, bahkan sejak sebelum Republik Indonesia ini lahir.

Bacaan Lainnya

Tanpa prasasti dan tanpa papan penjelasan, dua meriam itu seolah menolak pergi. Mereka berdiri sebagai saksi bisu masa ketika Indarung bukan kawasan wisata, melainkan bagian dari lanskap perang dunia.

Lapangan golf ini berada di Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Dahulu, kawasan tersebut merupakan area tambang tanah liat PT Semen Padang seluas sekitar 50 hektare. Bukit, lubang galian, dan tanah merah perlahan berubah menjadi ruang hijau yang kini dipenuhi pepohonan rindang dan satwa liar.

Elang ular bido kerap terlihat melayang di udara. Burung cekakak sungai dan cekakak belukar bertengger di dahan, sementara burung madu sriganti beterbangan di antara bunga. Rusa totol yang didatangkan dari Istana Bogor berkeliaran tenang. Di aliran sungai kecil sekitar lapangan, ikan bilih—ikan endemik Danau Singkarak—masih bertahan dan berkembang biak.

Namun bukan hanya alam yang membuat pengunjung berhenti melangkah. Dua meriam tua di tengah kawasan hijau itu menjadi titik yang paling sering disinggahi. Banyak orang berswafoto di depannya. Bahkan pasangan pengantin kerap menjadikannya latar foto, tanpa sepenuhnya menyadari bahwa mereka berdiri di hadapan peninggalan Perang Dunia II.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait