PADANG (SumbarFokus)
Transformasi Kota Padang sebagai kota gastronomi mulai menunjukkan dampak nyata terhadap pendapatan daerah. Sektor kuliner menjadi penyumbang signifikan dengan capaian lebih dari Rp5 miliar.
Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Padang Fuji Astomi menyebut, lonjakan tersebut terjadi setelah deklarasi Kota Gastronomi pada Agustus 2025.
“Iya, Padang telah mendeklarasikan diri sebagai Kota Gastronomi, sejak itu, PAD sektor PBJT makanan dan minuman naik drastis menjadi ssebesar Rp5.649.147.097,-,” ungkap Fuji Astomi.
Dia mengatakan, sebelumnya pendapatan sektor kuliner hanya berada di kisaran Rp4 miliar. Kenaikan mulai terlihat signifikan pada akhir 2025.
Dia juga menyebut, momentum libur Lebaran turut mendorong peningkatan tersebut.
“Bahkan pada saat libur lebaran kemarin terjadi kenaikan yang cukup signifikan. Semua itu karena banyaknya perantau yang pulang dan ingin mencicipi kuliner khas Kota Padang,” terang Plt Kepala Bapenda.
Selain sektor kuliner, sejumlah sektor lain juga memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah.
Pendapatan dari jasa perhotelan tercatat sebesar Rp3.460.240.373,-, kemudian jasa parkir sebesar Rp129.323.265,-.
“Termasuk Jasa Kesenian dan Hiburan sebesar Rp654.035.255,-” terangnya.
Di sisi lain, retribusi daerah juga menyumbang pendapatan sebesar Rp255.344.505,-, dengan kontribusi terbesar berasal dari Dinas Perhubungan.
Dinas tersebut mencatatkan pendapatan sebesar Rp218.103.000,-, sementara Dinas Pariwisata sebesar Rp37.241.505,-.
“Hingga akhir libur lebaran lalu, PAD di seluruh sektor ini terkumpul sebesar Rp10.148.090.495,-,” pungkas Plt Kepala Bapenda Kota Padang itu. (000/003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






