Biasanya, waktu subur wanita akan berlangsung selama 14 hari setelah hari pertama menstruasi terakhir. Namun demikian, perkiraan masa ovulasi tiap wanita tidaklah sama. Kurun waktu ovulasi terkadang dapat berubah dan hal tersebut sering kali dialami para wanta dengan siklus mestruasi yang tak teratur.
Fase III: Pramenstruasi
Pada fase ini, lapisan dinding rahim makin menebal. Hal tersebut disebabkan folikel yang terpecah dan mengeluarkan sel telur yang akan membentuk korpus luteum. Korpus luteum merupakan suatu jaringan yang terbentuk di dalam ovarium dan berfungsi dalam proses produksi hormon progesteron yang menyebabkan struktur dinding rahim menebal.
Jika tidak terjadi pembuahan, kalian akan mulai merasakan gejala pramenstruasi atau PMS, seperti emosi tidak stabil dan perubahan kondisi fisik, seperti nyeri di payudara, pusing, cepat lelah, atau perut kembung. Selain berbagai gejala itu, korpus luteum juga akan melakukan perubahan dan selesai membuat hormon progesteron. Apabila tidak terjadi proses pembuahan, kandungan estrogen dan progesteron akan berkurang, struktur lapisan dinding rahim juga turut meluruh sampai berubah menjadi darah menstruasi.
Fase-fase di atas normalnya berlangsung secara teratur setiap bulannya. Namun, jika kalian mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur, menstruasi lebih dari tujuh hari, atau tidak mengalami menstruasi selama tiga bulan secara berturut-turut, sebaiknya konsultasikan ke dokter agar dapat diperiksa dan ditangani dengan tepat.
Itulah penjelasan mengenai fase dalam siklus menstruasi. Semoga bermanfaat! (006/BBS)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






