‘’Selanjutnya, bantuan Program “Electric Vehicle Goes to School” akan kami gunakan untuk menjawab kebutuhan industri electric vehicle yang digadang-gadang menjadi kendaraan masa depan,’’ sambung Zulkifli.
Tim pengajar, jelas Zulkifli, sangat serius mengembangkan bengkel motor listrik di sekolah ini. MoU dengan berbagai pihak yang berkompeten di bidangnya telah ditandatangani. Sekolah ini juga mendapat dukungan dari Kemendikbudristek sebagai salah satu sekolah penggerak konversi motor listrik.
‘’Kami menargetkan mengkonversi 1000 motor konvensional ke motor listrik tahun ini. Komunikasi dengan Dirlantas juga terus dilakukan agar motor hasil konversi mendapat izin pakai di jalan umum. Kolaborasi dengan PLN juga akan terus berlanjut karena kami butuh banyak masukan dan sharing pengetahuan dari PLN,’’ lanjut Zulkifli.
Senada dengan Zulkifli, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar Barlius mengatakan, sudah seharusnya SMK menghasilkan anak didik yang siap menjawab kebutuhan industri.
‘’Pendidikan di SMK Negeri 1 Sumbar diupayakan adalah pengajaran yang bukan mengikuti kurikulum semata, tetapi mengikuti atau menjawab kebutuhan industri,’’ katanya.
Industri berkendara ke depan, lanjut Barlius, akan membutuhkan electric vehicle dalam jumlah besar.
‘’Selamat kepada SMK Negeri 1 Sumbar yang berani menjawab kebutuhan industri ini dengan serius menerima tantangan dari PLN untuk membuat bengkel kendaraan listrik. Semoga semakin maju, berdaya, dan berkelanjutan,’’ lanjutnya.
Sementara itu General Manager PLN UID Sumbar Eric Rossi Priyo Nugroho mengatakan PLN siap bekerjasama dengan SMK Negeri 1 Sumbar untuk perluasan ekosistem kendaraan listrik di Sumbar. Menurutnya, salah satu keraguan yang timbul untuk calon pengguna electric vehicle adalah fasilitas service, dan SMK 1 menjawab ini sebagai peluang dengan membuat bengkel motor listrik.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





