Menurutnya, sebagian warga memilih disiapkan hunian, sebagian lainnya ingin memperbaiki rumah secara mandiri, sementara ada pula yang memilih pindah mengikuti keluarga.
“Pemerintah secepat mungkin membangun hunian, untuk kemudian para bupati yang memobilisasi warga yang menempatinya,” ujarnya.
Bencana hidrometeorologi di Sumatera terjadi pada 25 dan 26 November 2025, melanda 52 kabupaten dan kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga kini, Danantara telah membangun 600 unit huntara di Aceh Tamiang.
Upaya penanganan pascabencana tersebut melibatkan kekuatan nasional lintas kementerian dan BUMN. (000/003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





