Project Manager PT Nindya Karya Syafriwal menjelaskan, kawasan Huntara dirancang sebagai hunian sementara yang dilengkapi fasilitas komunal. Fasilitas tersebut meliputi delapan unit toilet, dua dapur umum, serta area cuci dan jemuran.
Selain itu, tersedia ruang komunal berukuran 4×8 meter untuk aktivitas dan pertemuan warga. Setiap unit Huntara juga telah terhubung dengan listrik PLN berdaya 900 watt serta dilengkapi jaringan Wi-Fi.
Kawasan Huntara turut menyediakan lahan terbuka yang dapat dimanfaatkan warga sebagai lapangan olahraga, seperti sepak bola mini dan badminton.
Andre menegaskan percepatan pembangunan Huntara merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memulihkan kondisi sosial dan psikologis masyarakat pascabencana.
βIni bukan hanya soal bangunan, tetapi menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi warga yang terdampak,β tukas Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) itu. (000/003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





