Inflasi Tinggi dan Ekonomi Melambat, BI Paparkan Perihal Tantangan di Sumbar

Kepala KPwi BI Sumbar Mohamad Abdul Majid Ikram, memberi pemaparan saat media briefing di Padang, Senin (5/1/2026). (Foto: SISCA O.S./SumbarFokus.com)

“Sekarang beras Sumbar mulai diminati oleh masyarakat di luar provinsi Sumatera Barat seperti Riau, Kepri, Malaysia, dan Jawa, terutama Jakarta, untuk pasokan rumah makan Padang di sana,” kata Abdul Majid Ikram.

Tekanan inflasi juga terjadi pada komoditas cabai akibat penurunan produksi dan suplai. Rantai pasok yang sebelumnya mengandalkan daerah sendiri, kini harus bergantung pada pasokan dari Jawa. Kondisi tersebut menyebabkan inflasi bertahan tinggi hingga November 2025.

Bacaan Lainnya

Memasuki dua pekan Desember, harga pangan sempat menunjukkan tren penurunan seiring upaya pengendalian harga. Namun, bencana hidrometeorologi kembali menekan distribusi akibat terputusnya sejumlah jalur logistik.

“Jalur distribusi yang biasanya bisa dilewati, seperti Lembah Anai, tidak bisa dilalui karena jalan terputus. Ini membuat kami cukup kesulitan. Secara fundamental harga memang naik, bukan karena spekulasi,” ujarnya.

Selain pangan, tekanan inflasi juga dipengaruhi oleh kenaikan harga emas perhiasan yang mengikuti tren harga global.

Sementara dari sisi pertumbuhan ekonomi, Bank Indonesia mencatat ekonomi Sumatera Barat pada 2025 diperkirakan melambat di kisaran 3,33 hingga 4,13 persen (year on year). Perlambatan ini dipengaruhi tertahannya konsumsi masyarakat serta keterbatasan ruang fiskal daerah, yang berdampak pada kinerja sektor konstruksi, perdagangan, dan transportasi.

Meski demikian, Bank Indonesia melihat potensi pemulihan pada 2026. Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat diproyeksikan meningkat di rentang 3,77 hingga 4,57 persen (year on year), didorong belanja pemerintah untuk pemulihan pascabencana, berlanjutnya aktivitas konstruksi, serta meningkatnya konsumsi masyarakat.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait