Inflasi Tinggi dan Ekonomi Melambat, BI Paparkan Perihal Tantangan di Sumbar

Kepala KPwi BI Sumbar Mohamad Abdul Majid Ikram, memberi pemaparan saat media briefing di Padang, Senin (5/1/2026). (Foto: SISCA O.S./SumbarFokus.com)

Namun, BI juga mengingatkan sejumlah risiko ke depan, antara lain potensi bencana hidrometeorologi yang dapat merusak infrastruktur pertanian dan logistik, belum optimalnya pemulihan lahan pertanian, serta menurunnya produktivitas masyarakat terdampak bencana.

Terkait inflasi 2026, Bank Indonesia menargetkan inflasi Sumatera Barat berada di kisaran 2,25 persen dengan deviasi plus minus satu persen.

Bacaan Lainnya

“Untuk 2026, kami targetkan inflasi di angka 2,25 persen plus minus satu persen. Jadi batas atasnya kami upayakan maksimal bisa 3,5 persen,” kata Abdul Majid Ikram.

Ia menegaskan pengendalian inflasi ke depan akan difokuskan pada penguatan ketahanan pangan, perbaikan distribusi, serta sinergi lintas instansi untuk menjaga stabilitas harga dan pemulihan ekonomi daerah. (003)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait