Ini Kata BI Sumbar Soal Penyebab Ekonomi Masih Tertinggal

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat Mohamad Abdul Majid Ikram. (Foto: SISCA O.S./SumbarFokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

Bank Indonesia Sumatera Barat menyoroti persoalan mendasar di balik lambannya pertumbuhan ekonomi daerah yang selama ini konsisten berada di bawah rata-rata nasional. Masalahnya bukan semata angka statistik, melainkan pada struktur ekonomi dan kondisi daerah yang berulang kali terpukul bencana.

Bacaan Lainnya

“Pertanyaan besarnya adalah mengapa pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat selalu berada di bawah nasional. Jawabannya ada pada struktur ekonomi kita, terutama sektor-sektor utama yang terdampak bencana,” ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat Mohamad Abdul Majid Ikram, Rabu (28/1/2026).

Menurut dia, sektor-sektor penopang utama seperti pertanian, industri, dan transportasi justru menjadi yang paling rentan ketika terjadi bencana alam. Akibatnya, setiap kali terjadi gangguan, pemulihan ekonomi berjalan lambat.

Majid menilai, ketergantungan besar terhadap pertanian membuat guncangan kecil sekalipun berdampak luas terhadap pendapatan masyarakat.

“Pertanian ini basis ekonomi masyarakat. Kalau ingin pertumbuhan ekonomi kembali setara nasional, sektor utama ini harus segera kita benahi,” katanya.

Dia mencontohkan dampak bencana banjir bandang pada 2024 yang belum sepenuhnya diikuti percepatan perbaikan infrastruktur. Kondisi tersebut berimbas pada melambatnya kinerja pertanian, meski sebagian subsektor seperti perkebunan masih tertolong kenaikan harga komoditas.

Memasuki 2025, bencana kembali terjadi dan lagi-lagi memukul sektor yang sama. Keterlambatan perbaikan jaringan irigasi dan infrastruktur pendukung dinilai berisiko menghambat musim tanam berikutnya.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait