Candra menambahkan, keberhasilan tersebut sejalan dengan fokus pembangunan daerah yang kini diarahkan pada dua sektor unggulan, yakni pertanian dan pariwisata.
“Untuk pertanian, banyak terobosan yang sudah kita lakukan dan hasilnya sangat menggembirakan,” tambahnya.
Kabid Penyuluh Pertanian Kabupaten Solok, Mus Mulyadi, menjelaskan bahwa program Sekolah Lapang Tematik DAK 2025 dilaksanakan di 14 kecamatan, terdiri dari 12 lokasi berbasis padi dan 2 lokasi berbasis sayur.
“Kegiatan ini kami kemas dalam konsep Sayur Pokok Murah. Di dalamnya, petani belajar menanam bawang merah secara mudah, murah, dan ramah lingkungan,” jelasnya.
Dia menyebut, penggunaan pestisida dan pupuk kimia berhasil ditekan lebih dari 50 persen, sementara hasil panen naik hampir 24 persen dibandingkan sistem konvensional.
Melalui sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan kelompok tani, Kabupaten Solok kini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi lokal mampu membawa perubahan besar bagi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah. (000)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





