Ia menekankan pentingnya pemberitaan yang berimbang. Kritik terhadap institusi kepolisian, menurutnya, merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial dalam sistem demokrasi, namun harus disampaikan secara proporsional, berbasis data, dan mengedepankan asas keberimbangan.
“Informasi yang akurat dan berimbang sangat penting untuk mencerdaskan masyarakat. Media memiliki peran besar dalam membentuk opini publik. Karena itu, sinergi antara polisi dan jurnalis menjadi kebutuhan bersama,” tegasnya.
Menurutnya, tanpa dukungan media, berbagai program dan kinerja kepolisian tidak akan diketahui masyarakat secara luas. Publikasi yang profesional dinilai mampu menjembatani komunikasi antara aparat dan warga serta memperkuat akuntabilitas institusi.
Sementara itu, Ketua PWI Sumbar Widya Navies menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi komitmen Polda Sumbar dalam membangun hubungan kemitraan yang sehat dengan wartawan.
Widya menyampaikan bahwa peningkatan kualitas dan profesionalisme jurnalis terus menjadi perhatian utama PWI Sumbar. Dalam beberapa tahun terakhir, wartawan di Sumatera Barat telah banyak mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai upaya meningkatkan standar profesionalisme.
Ia berharap sinergi dengan Polda Sumbar dapat terus diperkuat, termasuk dalam mendukung pelaksanaan UKW di daerah agar kualitas pemberitaan semakin meningkat dan berdampak positif bagi masyarakat.
Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga komunikasi yang intens, membangun kepercayaan, serta memperkuat kolaborasi antara kepolisian dan insan pers demi terwujudnya informasi yang kredibel, edukatif, dan mencerdaskan bangsa. (000/003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





