Ketahanan Pangan Jadi Fondasi Ketahanan Negara, Mentan Amran Klaim Swasembada dan Siap Ekspor Beras

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan ketahanan pangan merupakan fondasi utama ketahanan negara. Tanpa ketersediaan pangan yang kuat, sebuah negara dinilai sulit bertahan menghadapi tekanan global. (Foto: Ist./SumbarFokus.com)

BOGOR (SumbarFokus)

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan ketahanan pangan merupakan fondasi utama ketahanan negara. Tanpa ketersediaan pangan yang kuat, sebuah negara dinilai sulit bertahan menghadapi tekanan global.

Hal itu dia sampaikan di hadapan 160 peserta Retret Bela Negara PWI di Pusat Kompetensi Bela Negara, Rumpin, Bogor, Jumat (30/1/2026).

“Tanpa ketahanan pangan mustahil negara bertahan,” ujar Amran.

Dia menyebut, dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun, Indonesia telah mencapai swasembada pangan di berbagai daerah.

“Allhamdulillah tidak sampai 3 tahun, Indonesia sudah swasembada, diberbagai tempat Bapak Presiden sudah mendeklearkan bahwa kita (Indonesia,red) Swasembeda Pangan,” ujarnya.

Menurut dia, capaian tersebut menjadi bagian dari upaya menjawab tantangan dan tugas dari Presiden RI. Dia juga menekankan pentingnya mental kuat dan sikap terbuka terhadap kritik.

“Prinsip jangan balas dendam kalau ingin sukses,” ujarnya.

Dia mengatakan kritik, termasuk dari wartawan, harus disikapi secara konstruktif.

“Saya keliru kasih tahu, wartawan keliru saya kasih tahu, itulah Merah Putih,” katanya.

Amran juga menargetkan Indonesia segera mencatat sejarah baru sebagai negara pengekspor beras.

“April 2026 ini kata Amran, jika Bulog gak masalah Insya Allah, Mentan RI Amran torehkan sejarah pertama ekspor beras,” ujarnya.

Dia optimistis kolaborasi lintas sektor dapat memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

“Tidak ada yang tak bisa, jika kita kolaborasi,” katanya.

Lebih jauh, dia menyebut penghentian impor beras berdampak langsung pada harga komoditas dunia.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait