“Skill itu adalah kemampuan seseorang melakukan pekerjaan dengan baik. Kalau kita punya keterampilan, peluang untuk sukses akan semakin besar,” jelasnya.
Muhidi juga menekankan pentingnya kesungguhan dan kerja keras dalam menjalani kehidupan.
“Pepatah Minang mengatakan, barakik-rakik ka hulu, baranang-ranang ka tepian; bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Waktu SD saya sudah mencangkul di sawah. Saat SMP, ayah saya tukang kayu dan saya membantu mengatam kayu sepulang sekolah. Bahkan ketika SMA, saya juga bekerja di pabrik karet,” ungkapnya.
Dia menyebut, pemerintah juga terus mendorong pemberdayaan generasi muda melalui berbagai program pelatihan dan dukungan usaha, termasuk program hilirisasi pertanian bagi lulusan perguruan tinggi yang belum bekerja.
“Mereka kita latih selama seminggu, kemudian kita bantu dengan modal usaha agar bisa mandiri,” jelasnya.
Muhidi menambahkan bahwa syarat terakhir untuk meraih kesuksesan adalah menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.
“Siapapun kita, dalam kondisi apa pun, harus bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Itulah nilai penting yang harus kita tanamkan sejak dini,” tuturnya.
Dia berharap kegiatan keagamaan di Masjid Al Furqan terus berkembang dan menjadi wadah pembinaan generasi muda agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga tempat membangun karakter dan masa depan generasi muda,” pungkasnya. (003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






