“Klinik UMKM ini menjadi simpul koordinasi untuk pendataan UMKM by name by address, pemulihan mental dan trauma healing, pendampingan usaha terarah, akses pembiayaan yang tepat, serta penguatan akses pasar melalui digitalisasi,” jelas Helvi.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi turut menyatakan dukungan terhadap program tersebut. Dari total 740.347 UMKM di Sumatera Barat, tercatat 4.876 UMKM terdampak langsung bencana, sementara 11.107 pelaku UMKM nasabah perbankan turut terdampak secara langsung maupun tidak langsung.
Dengan kolaborasi pusat, daerah, dan DPRD, Klinik UMKM Minang Bangkit diharapkan mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat serta memperkuat ketahanan UMKM di Sumatera Barat. (003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





