PADANG (SumbarFokus)
Ketua Umum Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau Sumatera Barat Fauzi Bahar melayat ke rumah duka mendiang Karim Sukma Satria, Selasa (7/4/2026).
Kehadiran tokoh adat tersebut menjadi bentuk empati sekaligus perhatian terhadap kasus kematian mendiang yang dinilai memiliki kejanggalan.
Dalam kunjungan itu, Fauzi Bahar bertemu langsung dengan keluarga, termasuk ayah mendiang, Rafles, di kediaman mereka.
Dia menegaskan, LKAAM akan terus memantau perkembangan kasus dan meminta aparat penegak hukum bersikap terbuka.
“Kami hadir untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga. Sebagai pemimpin adat, kami ingin memastikan bahwa hak-hak anak kemenakan kami terlindungi. Kematian yang penuh kejanggalan ini harus diusut tuntas secara jujur demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap hukum,” ujar Fauzi Bahar.
Dia mengatakan, transparansi dalam proses hukum menjadi penting untuk menjaga kepercayaan publik, terutama dalam kasus yang menjadi perhatian masyarakat luas.
Mendiang Karim Sukma Satria sebelumnya ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka lebam pada tubuhnya, tidak lama setelah diamankan di kawasan Pasar Raya Padang.
Kasus tersebut kini mendapat perhatian berbagai pihak, termasuk lembaga bantuan hukum dan tokoh masyarakat di Sumatera Barat.
Fauzi Bahar juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan proses hukum kepada pihak berwenang, dengan tetap mengawal jalannya proses tersebut agar berjalan adil.
Dia menekankan pentingnya penegakan hukum yang sejalan dengan nilai adat dan prinsip keadilan di tengah masyarakat. (000)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






