Lebih dari 100 Kasus Kekerasan Anak pada 2025, Pemkab Pasbar Lakukan Skrining di Sekolah

Kegiatan sosialisasi dan skrining, sebagai upaya pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah, Rabu (25/2/2026). (Foto: Ist./SumbarFokus.com)

PASAMAN BARAT (SumbarFokus)

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui DPPKBP3A bersama UPTD PPA menggelar sosialisasi dan skrining pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah, Rabu (25/2/2026).

Kegiatan tingkat kabupaten tersebut dilaksanakan di SMK Negeri 1 Talamau dan SMP Negeri 1 Talamau dengan mengusung tema “Pencegahan Kekerasan terhadap Anak di Sekolah: Kenali, Lindungi dan Laporkan!”.

Kepala DPPKBP3A Kabupaten Pasaman Barat Armen mengatakan, angka kekerasan terhadap anak di daerah itu masih memprihatinkan.

Bacaan Lainnya
ADVERTISEMENT Iklan Bank Indonesia SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Berdasarkan data pelaporan UPTD PPA Pasaman Barat, sepanjang tahun 2025 angka kekerasan terhadap anak mencapai lebih dari 100 kasus. Sementara pada awal tahun 2026, sudah tercatat 12 kasus,” katanya.

Dia menyampaikan, sosialisasi dan skrining tersebut merupakan langkah preventif sekaligus upaya penjaringan kasus kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan.

“Pemerintah daerah berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran anak, guru, dan masyarakat untuk mengenali tanda-tanda kekerasan,” ucapnya.

Armen menegaskan, masyarakat diminta berani melaporkan serta mengambil inisiatif dalam mencegah dan menyelesaikan persoalan apabila ditemukan kasus kekerasan terhadap anak.

“Anak-anak dan orang dewasa di sekitarnya harus mampu mengenali, menelaah, serta mengambil langkah konkret untuk mencegah kekerasan terhadap anak,” tegasnya.

Sementara itu Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Pasaman Barat Ipda Admi Pandowita menyampaikan, kasus kekerasan terhadap anak di masyarakat saat ini ibarat fenomena gunung es.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait