Mata SePeLe: Saat Sepet, Perih, dan Lelah Mata Ternyata Ancaman Besar 

Ilustrasi. (Foto: SISCA O.S./SumbarFokus.com)

Padahal, di situlah masalahnya bermula!

Ketika Mata SePeLe Terlalu Lama Dibiarkan

Bacaan Lainnya

Menurut dr. Eka Octaviani Budiningtyas, SpM, Dokter Spesialis Mata dari JEC Eye Hospitals and Clinics, banyak pasien datang justru ketika kondisi mata kering sudah cukup berat.

“Sebagian besar pasien mata kering datang saat kondisinya sudah parah, padahal gejala awal seperti mata terasa sepet, perih, dan lelah sudah muncul sejak lama,” ujarnya, baru-baru ini.

Mata kering bukan kondisi tunggal. Jenis dan tingkat keparahannya berbeda-beda, sehingga penanganannya tidak bisa disamaratakan. Namun rendahnya kesadaran membuat banyak orang salah langkah atau bahkan tidak mengambil langkah sama sekali.

Data survei INSTO Dry Eyes menunjukkan, dari kelompok yang tidak sadar mengalami mata kering, sebagian salah menggunakan jenis tetes mata, misalnya tetes mata untuk iritasi atau mata merah, sementara sebagian lainnya tidak melakukan tindakan apa pun. Bahkan pada kelompok yang sudah sadar mengalami mata kering, masih ada yang keliru memilih produk atau tidak konsisten dalam penanganan.

Kondisi ini berisiko memperburuk mata kering yang sebenarnya bisa dicegah sejak dini.

Di tengah gaya hidup modern, mata menjadi salah satu organ yang bekerja paling keras. Paparan layar digital, udara kering dari pendingin ruangan, polusi, hingga kebiasaan jarang berkedip menjadi bagian dari keseharian. Namun sinyal kelelahan yang dikirimkan mata sering kali dianggap remeh.

“Inilah tantangan yang kami lihat di masyarakat,” kata Direktur PT Combiphar Weitarsa Hendarto.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait